Jumat, 13 Maret 2009

The GOOD

Dalam ayat-ayat al-Qur’an dan kalimat-kalimat para pemuka agama, terkadang didapatkan ungkapan-ungkapan tentang Tuhan dimana orang akan berpikir bahwa redaksi-redaksi “Tuhan bukanlah jism dan tidak memiliki tiplogi jism” bertentangan dengan redaksi seperti “Tangan Tuhan di atas semua tangan “ dan redaksi “ Tuhan maha melihat dan maha mendengar “ atau redaksi “Tuhan menyaksikan perbuatan-perbuatan kalian “. Dalam sejarah dan akidah Islam, kita berhadapan dengan kelompok ‘mujasamah’. Dari namanya sudah jelas bahwa mereka meyakini bahwa Tuhan berjism. Sebab dari kemunculan kelompok tersebut tidak lain kerana kajian yang dangkal terhadap ayat dan riwayat-riwayat di atas.

Akan tetapi dengan memperhatikan ayat-ayat serta riwayat-riwayat yang banyak yang dengan jelas menafikan segala bentuk ciri-ciri, tipologi-tipologi dan tanda-tanda jism dari Tuhan. Dan memperkenalkan Tuhan sebagai Dzat yang Mahasuci dan Dzat yang tidak ada yang menyerupai-Nya serta tidak bisa digambarkan. Jelas bahwa maksud ayat-ayat serta riwayat-riwayat kelompok pertama, tidak lain kecuali bentuk tasybih dan figuratif (majazi).

Penjelasan : kita mengetahui bahwa lafaz-lafaz serta kalimat-kalimat dibuat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sehari-hari dan berputar sekitar topik-topik yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Kenyataan-kenyataan yang berhubungan dengan mabda, ma’ad, ketuhanan dan sifat-sifat Tuhan, terpaksa harus dijelaskan dengan lafaz-lafaz dan kalimat-kalimat tersebut. Karena tidak ada jalan lain selain ini dan lafaz-lafaz tersebut berhubungan dengan perkara-perkara materi, dan harus digunakan untuk menyesuaikan dan menyamakan dengan arti-arti baru yang berhubungan dengan alam non materi. Seperti, ketika kita ingin berkata bahwa Tuhan mengetahui semua obrolan dan suara-suara, tidak ada jalan lain kita harus berkata “ Tuhan mendengar perkataan”. Maksud kalimat “ mendengar” adalah bukan mendengar dengan telinga, akan tetapi mengetahui semua perkataan. Begitu juga berhubungan dengan penglihatan dan sejenisnya, maksud dari itu semua adalah “hasil” dari melihat dan sejenisnya.

Oleh karenanya ungkapan Tuhan ‘indah’, maksunya bukanlah keindahan jism, akan tetapi maksudnya adalah kesempurnaan hakiki. Karena Tuhan meruapakan satu wujud yang memiliki seluruh kesempurnaan baik yang bisa digambarkan maupun yang tidak, walhasil wujud seperti ini merupakan wujud yang indah. Begitu pula maksud dari ‘bertemu’ dengan Tuhan di alam lain, bukanlah pertemuan dan berhadapan dengan Tuhan, akan tetapi maksudnya adalah menyaksikan bukti-bukti kekuasaan, kebesaran dan keadilan Tuhan ( yaitu berupa pahala dan balasan semua perbuatan ). Itu semua merupakan tanda-tanda keberadaan Tuhan dan bukti-bukti sifat-sifat-Nya, dimana pertemuan dengan semua itu dianggap sebagai ganti pertemuan dengan Tuhan. Bahkan diriwayatkan dari Amirul Mukminin As, ia berkata : “ Aku tidak melihat sesuatu kecuali aku melihat Allah swt. Sebelumnya, setelahnya dan bersamanya. “ Maksud dari ucapan ini adalah aku menyaksikan bukti-bukti ilmu dan kekuasaan Tuhan di dalam segala sesuatu.

My Islam

1. Apabila kamu melewati taman-taman surga makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, “Apa yang dimaksud taman-taman surga itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Kelompok zikir (Kelompok orang yang berzikir atau majelis taklim).” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

2. Menyebut-nyebut Allah adalah suatu penyembuhan dan menyebut-nyebut tentang manusia adalah penyakit (artinya penyakit akhlak). (HR. Al-Baihaqi)

3. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, kalau kamu selamanya bersikap seperti saat kamu ada bersamaku dan mendengarkan zikir, pasti para malaikat akan bersalaman dengan kamu di tempat tidurmu dan di jalan-jalan yang kamu lalui. Tetapi, wahai Handhalah (nama seorang sahabat) kadangkala begini dan kadangkala begitu. (Beliau mengucapkan perkataan itu kepada Handhalah hingga diulang-ulang tiga kali). (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

4. Rasulullah Saw menyebut-nyebut Allah setiap waktu (saat). (HR. Muslim)

5. Perumpamaan orang yang berzikir kepada Robbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati. (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Nyanyian dan permainan hiburan yang melalaikan menumbuhkan kemunafikan dalam hati, bagaikan air menumbuhkan rerumputan. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, sesungguhnya Al Qur’an dan zikir menumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan. (HR. Ad-Dailami)

7. Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan dan disukai oleh (Allah) Arrohman, yaitu kalimat: “Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘Adzhim” (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung). (HR. Bukhari)

8. Ada empat perkara, barangsiapa memilikinya Allah akan membangun untuknya rumah di surga, dan dia dalam naungan cahaya Allah yang Maha Agung. Apabila pegangan teguhnya “Laailaha illallah”. Jika memperoleh kebaikan dia mengucapkan “Alhamdulillah”, jika berbuat salah (dosa) dia mengucapkan “Astaghfirullah” dan jika ditimpa musibah dia berkata “Inna lillahi wainna ilaihi roji’uun.” (HR. Ad-Dailami)

9. Maukah aku beritahu amalanmu yang terbaik, yang paling tinggi dalam derajatmu, paling bersih di sisi Robbmu serta lebih baik dari menerima emas dan perak dan lebih baik bagimu daripada berperang dengan musuhmu yang kamu potong lehernya atau mereka memotong lehermu? Para sahabat lalu menjawab, “Ya.” Nabi Saw berkata,”Zikrullah.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

10. Menang pacuan “Almufarridun”. Para sahabat bertanya, “Apa Almufarridun itu?” Nabi Saw menjawab, “Laki-laki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

Penjelasan:
Almufarid ialah orang yang gemar zikrullah dan selalu mengamalkannya dan tidak peduli apa yang dikatakan atau diperbuat orang terhadapnya.

11. Seorang sahabat berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak bagiku. Beritahu aku sesuatu yang dapat aku menjadikannya pegangan.” Nabi Saw berkata, “Biasakanlah lidahmu selalu bergerak menyebut-nyebut Allah (zikrullah).” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

12. Sebaik-baik zikir dengan suara rendah dan sebaik-baik rezeki yang secukupnya. (HR. Abu Ya’la)

Penjelasan:
Rezeki yang secukupnya artinya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan dan tidak berlebih-lebihan.

13. Di antara ucapan tasbih Rasulullah Saw ialah :

“Maha suci yang memiliki kerajaan dan kekuasaan seluruh alam semesta, Maha suci yang memiliki kemuliaan dan kemahakuasaan, Maha suci yang hidup kekal dan tidak mati.” (HR. Ad-Dailami)

14. Aku bertanya, “Ya Rasulullah, apa keuntungan dan keberuntungan yang diperoleh dari majelis zikir (majelis taklim)?” Nabi Saw menjawab, “Keuntungan dan keberuntungan yang diperoleh dari majelis zikir (majelis taklim) ialah surga.” (HR. Ahmad)

15. Tiada amal perbuatan anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada zikrullah. (HR. Ahmad)

16. Wahai Aba Musa, maukah aku tunjukkan ucapan dari perbendaharaan surga? Aku menjawab, “Ya.” Nabi berkata, “La haula wala Quwwata illa billah.” (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad)

Sabtu, 28 Februari 2009

Pernafasan

Hukum alam adalah hukum Allah yang berlaku di alam ini. Betapapun tinggi ilmu dan teknologi yang dapat dikembangkan manusia, tidak mungkin dapat mengubah alam itu. Apa yang dapat dilakukan manusia tidak lain adalah menelusuri dan mencoba memahami hukum-hukum alam tersebut sehingga dengan izinnya, manusia kemudian dapat memanfaatkan hukum itu untuk meningkatkan derajat kehidupan yang semakin baik. Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempuma, tetapi justru sering dilupakan oleh manusia itu sendiri. Manusia dapat berjalan, berbicara, bergerak, jantung berdenyut serta berbagai aktifitas hidup lainnya di dalam tubuh merupakan peristiwa yang erat hubungannya dengan masalah listrik.

Semua alat tubuh manusia, khususnya syaraf dan otot dalam menjalankan fungsinya selalu berkaitan dengan peristiwa listrik. Dengan demikian sebenarnya manusia merupakan satu sistem biolistrik yang sangat menarik untuk diamati.

Manusia disusun oleh lebih dari 1 triliun sel, yang masing-masing sel mempunyai muatan listrik lebih kurang 90 mV dengan muatan positip diluar membran sel dan muatan negatip didalamnya. Cukup hanya dengan hubungan seri menggunakan 3.000 sel saja akan dihasilkan beda potensial sebesar 270 volt, lebih besar dari tegangan listrik 220 volt milik PLN. Padahal kita memiliki lebih dari 1 triliun sel. Itulah gambaran betapa dahsyatnya manusia andaikata hal itu dapat terjadi dalam tubuh manusia. Ada jenis ikan tertentu seperti belut listrik (Electric Eel) yang dapat mengembangkan perbedaan potensial cukup besar antara bagian kepala dan ekor, sehingga dapat digunakan untuk menyengat lawan atau mangsanya.

Kehidupan manusia yang semakin kompleks, disertai dengan adanya polusi dalam segala bidang kehidupan, baik yang bersifat fisik (air, udara, gelombang) maupun yang bersifat mental (stress, frustasi), menimbulkan berbagai macam problematika hidup yang menyebabkan banyak manusia menjadi sakit. Penyakit dapat menimbulkan gangguan listrik dalam tubuh dan sebaliknya gangguan listrik pada suatu organ dapat menimbulkan gejala penyakit. Dalam dunia kedokteran, peristiwa listrik dalam tubuh ini sudah dimanfaatkan antara lain untuk mendiagnosa gelombang otak dengan alat EEG, mengamati listrik jantung dengan ECG, dan sebagainya.

Untuk dapat hidup, manusia butuh bernafas. Tentu saja bernafas biasa berbeda dengan bernafas untuk sehat dan mengembangkan tenaga dalam. Bernafas biasa dikerjakan secara refleks, sedangkan bernafas untuk tujuan kesehatan dan pengolahan tenaga dalam dikerjakan secara sadar dan teratur.

Sehat adalah modal dasar untuk menjaga kelestarian kualitas sumber daya manusia Tanpa kesehatan tidak ada gunanya segalanya. Satria Nusantara dengan metode khusus mencoba mengembangkan satu sistem olah raga pernafasan tenaga dalam melalui nafas, gerak dan kosentrasi sehingga menghasilkan olahraga sekaligus olahmental dan olahsosial yang diharapkan akan menghasilkan kualitas sumber daya manusia seutuhnya.

Senin, 23 Februari 2009

Perjalanan....

ketika sebuah perjalanan yang hanya dengan keyakinan bisa tercapai, dengan kesungguhan, dengan mimpi yang terus bergulir

Cari..

cari tulisan ini di pagar puncak gunung bromo..
kan kamu temukan kisah hidup yang indah

Keseimbangan

Hukum alam menjadi prinsip yang berlaku untuk semua proses kehidupan. Hukum alam merupakan salah satu ketetapan Tuhan. Mengetahui lebih banyak tentang hukum alam akan memudahkan kita untuk mencapai tujuan hidup kita di dunia. Melanggar hukum alam akan memiliki dampak buruk, terhadap diri sendiri maupun orang lain, juga terhadap alam itu sendiri.

Keseimbangan merupakan bagian dari hukum alam, baik yang bersifat aktif maupun pasif, seperti malam dengan siang, laki-laki dengan perempuan, positif dengan negatif, kehidupan dan kematian. Salah satu hukum yang lahir dari keseimbangan adalah kekuatan daya ungkit. Setiap diri kita memiliki kekuatan daya ungkit, hanya ada yang besar dan kecil, ada yang berkembang dan tidak.

Keseimbangan aktif mendorong kita untuk memiliki keberanian mengambil langkah dan tindakan untuk menjauh dari pusat keseimbangan, menemukan keseimbangan baru dengan daya ungkit yang lebih besar dan semakin besar.

Gambar di atas menjelaskan perbedaan yang mendasar antara keseimbangan aktif (dinamis/bergerak) dengan keseimbangan pasif (statis/diam).

Didalam setiap keseimbangan terdapat potensi (kekuatan/energi) yang bisa memberi manfaat besar bagi orang yang mampu menguasai dan mengembangkannya. Setiap manusia memiliki kemampuan mengangkat beban (daya ungkit) yang berbeda-beda, serta mencapai tingkat kesuksesan yang berbeda pula.

Menjaga keseimbangan akan membawa pada kebaikan dan membiarkannya akan menciptakan masalah. Menjaga keseimbangan juga akan membawa pada kesuksesan yang lebih menyeluruh, menyentuh semua sisi kehidupan. Tanpa keseimbangan, seseorang bisa sukses dalam mencari kekayaan (uang) namun hancur di kehidupan keluarga atau sosialnya.

Dasar dari kemampuan untuk menjaga keseimbangan hidup adalah kesadaran. Kesadaran akan muncul dari orang-orang yang mampu berpikir fokus dan konsentrasi. Kehilangan kesadaran akan membuat jiwa seseorang menjadi guncang, tidak seimbang, bahkan pada tingkat yang paling fatal orang bisa menjadi gila atau bunuh diri.

Kemampuan menciptakan pikiran yang fokus dan konsentrasi hanya akan didapat apabila seseorang rajin, tekun dan giat untuk melatih dirinya. Fokus dan konsentrasi pikiran mampu melahirkan hal-hal besar dan hebat.

Perumpamaan tentang kekuatan fokus dan konsentrasi pernah kita pelajari saat di Sekolah Dasar (SD). Dimana siswa diajari menggunakan kaca pembesar (kaca cembung) untuk memfokuskan sinar matahari, lalu mengarahkan sinar yang terfokus tersebut ke tumpukan jerami, maka secara perlahan-lahan sinar tersebut akan mampu membakar tumpukan jerami.

Banyak cara dan metode untuk melatih fokus dan konsentrasi dengan berbagai media yang bisa digunakan. Namun, kita perlu mengetahui bahwa setiap metode memiliki kecenderungan yang berbeda, sehingga menghasilkan bentuk kesadaran atau keseimbangan yang berbeda. Dalam hal ini saya mencoba membagi menjadi 2 bentuk keseimbangan, yaitu keseimbangan aktif (lahir dari kesadaran aktif) dan keseimbangan pasif (kesadaran pasif).

Keseimbangan Pasif

  • Keseimbangannya adalah keseimbangan diam atau statis, selalu ingin berada pada zona keamanan dan kenyamanan.
  • Merasa puas dan cukup dengan kehidupan yang sudah ada, dan tidak tertarik lagi untuk membuat perubahan dan pembaharuan.
  • Memiliki orientasi untuk menyeimbangkan kehidupan yang sudah ada, tetapi tidak untuk bergerak maju yang berarti menjauh dari pusat keseimbangan.
  • Menikmati hidup saat ini, dengan menghilangkan rencana-rencana untuk hari depannya. Bahasa yang sering keluar adalah hidup mengalir.
  • Memiliki rasa ketakutan dan kekhawatiran untuk mencoba sesuatu yang baru, yang berarti harus menjauh dari pusat keseimbangan. Ada orang yang setelah mencapai sebuah sukses, kemudian terjebak pada paradigma ini, sehingga berhenti berkreatifitas dan takut akan kegagalan, padahal sebelumnya merupakan orang yang dinamis dan berani mencoba hal-hal baru.
  • Pusat keseimbangan cenderung terpaku pada dirinya, dengan kecenderungan sering melihat ke dalam diri, bahkan yang lebih fatal adalah selalu melihat ke dalam dirinya. Apapun masalah yang dihadapi maka akan dikembalikan pada evaluasi diri sendiri, kurang mampu membaca lingkungan, kurang adaptif dan cenderung apatis.
  • Menyukai ketenangan dalam kesunyian. Untuk mencapai ketenangan biasanya melakukan latihan konsentrasi (meditasi) di tempat yang relative sepi dan banyak diam (tidak bergerak). Tempat dan suasana sepi akan memudahkannya mencapai puncak kesadaran. Namun kesadaran yang didapatkannya barulah kesadaran pasif.
  • Pasif terhadap perubahan, karena hanya sebagai pengamat perubahan. Perubahan yang terjadi disekeliling menjadi obyek untuk dilihat dan diamati, bukan terlibat dalam proses perubahan

Keseimbangan Aktif

  • Keseimbangannya adalah keseimbangan bergerak atau dinamis. Melampaui keseimbangan pasif.
  • Bersifat progressif, atau tidak ingin berhenti pada setiap pencapaian keseimbangan. Setiap mencapai sebuah keseimbangan, segera membuat membuat langkah-langkah lain yang lebih besar, untuk mencapai keseimbangan yang baru lagi yang lebih besar kekuatan dan manfaatnya.
  • Orientasi hidupnya adalah bagaimana membuat manfaat yang sebesar-besarnya untuk orang lain dan dirinya. Sehingga kapasitas pribadinya selalu berkembang.
  • Memiliki rencana-rencana hidup untuk memudahkannya bisa selalu bergerak secara dinamis dan penuh keseimbangan.
  • Memiliki keberanian untuk mengambil resiko dalam mengembangkan potensi dan kekuatannya. Mempunyai rencana-rencana dan tujuan yang baru, di mana setelah mencapai sebuah puncak kesuksesan, segera bergerak untuk mencapai kesuksesan-kesuksesan lainnya.
  • Mempunyai kemampuan analisa dan evaluasi perubahan dalam diri dan lingkungannya, sehingga pusat keseimbangan juga bergerak secara dinamis antara yang ada dalam dirinya dan di luar dirinya.
  • Berupaya menciptakan ketenangan dalam setiap suasana dan keadaan, Baik pada saat diam, bergerak, duduk, berdiri, berbaring, ramai, sepi, siang atau malam.
  • Bergerak aktif dalam proses perubahan sebagai tindak lanjut dari melihat dan menganalisa perubahan.

Dua ciri-ciri perbedaan keseimbangan diatas memunculkan dampak yang berbeda bagi setiap orang. Sekalipun orang yang memiliki keseimbangan sudah jauh lebih baik dari orang yang belum memiliki keseimbangan, namun orang yang telah mencapai keseimbangan pasif harusnya terus didorong dan dimotivasi untuk terus aktif bergerak, mencapai keseimbangan baru yang lebih besar potensi dan kekuatannya.

Kenapa setiap orang baik diri kita maupun orang lain perlu didorong dan dimotivasi untuk bergerak secara dinamis?

Karena untuk melangkah menjauh dari pusat keseimbangan biasanya orang takut pada resiko yang akan muncul seperti terjatuh, terpeleset atau terjun bebas jatuh kembali ke bumi. Ketakutan dan kekhawatiran tersebut yang akan menghambat dan bahkan menghentikan langkah seseorang

Lihatlah kembali gambar di atas, dan bayangkan anda sedang berada posisi yang sedang bergerak, melangkah semakin jauh dari pusat keseimbangan atau menggeser pusat keseimbangan semakin jauh dari anda. Maka anda akan mendapatkan kekuatan/potensi baru yang lebih besar dan mampu mengangkat beban atau kesuksesan yang lebih besar pula.

Keseimbangan aktif akan mendorong anda menjadi pribadi yang selalu berkembang dan bermanfaat untuk orang lain. Semakin besar masalah yang mampu anda selesaikan menunjukkan bahwa anda selalu berkembang dan menjadi semakin besar.

Anda mungkin akan takut jatuh terbanting atau terpeleset, namun keberanian anda untuk melangkah semakin jauh dari titik keseimbangan, meningkatkan kekuatan (potensi) yang semakin besar.

Masih banyak orang yang terjebak dan menyukai keseimbangan pasif, gejala-gejala yang bisa di lihat adalah semakin banyaknya orang mencari ketenangan dalam kesunyian, belajar konsentrasi (meditasi) ditempat sepi dan tidak banyak bergerak.

Khusus untuk orang Islam, sebenarnya sudah diuntungkan dengan aturan ibadah yang mendorong munculnya kesadaran aktif. Sholat yang dimulai dari takbirotul ikrom sampai salam berisi gerakan-gerakan yang berkelanjutan dari berdiri, ruku’, sujud, duduk serta gerakan tangan, disyaratkan untuk menjaga khusyu’ pada semua gerakan. Tidak hanya pada saat sholat sendirian, tetapi juga saat sholat berjamaah yang bersama-sama dengan orang banyak. Khusyu’ dalam sholat berjamaah, dalam konteks ini, mampu memunculkan kesadaran aktif yang maksimal, tergantung tingkat kekhusu’annya. Khusyu’ dalam konteks ini penulis ambil arti konsentrasinya, karena khusyu’ dalam sholat tentunya memiliki makna yang lebih luas dan mendalam, dan yang berhak menterjemahkannya adalah para ulama.

Untuk menjadi orang yang sukses dan mampu terus bergerak dalam perubahan, maka kita memerlukan dua keseimbangan tersebut. Kita perlu merubah secara radikal beberapa dari kehidupan kita, namun di sisi lain kita juga perlu bergerak secara evolutif.

Memilih untuk berada pada keseimbangan statis/pasif saja bukan berarti terlepas dari resiko. Dalam hidup ini, pada dasarnya pilhan apapun yang kita ambil akan memberikan resiko, baik diam maupun bergerak, baik siang maupun malam. Baik dari dalam diri maupun dari luar diri kita.

Sebagaimana dalam ilmu fisika, kesetimbangan statis/pasif/diam sendiri masih terbagi dalam 3 jenis kesetimbangan statis :

  1. Kesetimbangan Stabil : setelah ada gangguan, benda berada pada posisi semula
  2. Kesetimbangan Labil : setelah ada gangguan, benda tidak kembali ke posisi semula
  3. Kesetimbangan Indiferen (netral) : setelah gangguan, titik berat benda tetap pada satu garis lurus seperti semula

Maknanya bahwa ada perubahan yang terus menerus terjadi yang selalu mempengaruhi kita, dan tidak bisa menghindar darinya. Baik perubahan dari dalam diri sendiri maupun dari luar diri kita. Dari dalam diri kita, contoh yang paling mudah adalah bahwa umur kita semakin berubah, kita berdiam diri saja terus menerus bukan berarti kita akan terus sama, umur kita akan tetap bertambah tua, lalu akan mati dan kembali ke bumi dan tanah.

Dari luar diri kita, kita tidak bisa menghentikan waktu agar waktu menjadi siang terus, atau malam terus, musim hujan terus atau musim kemarau terus menerus. Itulah bagian dari hokum alam yang akan terus berputar dan mempengaruhi kehidupan kita.

Kalau semua pilihan yang kita ambil mengandung resiko, lalu mengapa kita tidak segera mengambil langkah untuk mencapai cita-cita seperti yang kita inginkan?

Sudah saatnya kita bergerak bukan?

Merubah energi ketakutan dan kekhawatiran dari yang negative menjadi positif, dan melangkah menuju jalan kesuksesan. Karena ketakutan dan kekhawatiran pada sisi yang lain adalah positif, seperti ketakutan karena habis berbohong atau menipu orang lain.

Itulah bagian keseimbangan yang setiap diri kita sesungguhnya sudah memiliki, tinggal bagaimana merubah, memanfaatkan dan mengembangkannya secara terus menerus mencapai puncak yang tertinggi.